Categories
Pendidikan Umum

Manajemen Pegadaian

Manajemen Pegadaian

Manajemen Pengadaian
Menurut KUHPdt Pasal 1150 adalah Hak yang diperoleh seorang kreditur atas suatu barang bergerak yang diserahkan kepadanya oleh seorang debitur atau oleh orang lain atas namanya, yang memberikan kekuasaan kepada kreditur untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut didahulukan dari kreditu-kreditur lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yan telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana harus didahulukan.

 

Tujuan Pegadaian

  • Ikut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai.
  • Mencegah adanya praktik ijon, pegadaian gelab, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.

 

Kegiatan usaha pegadaian

Menyalurkan dana pinjaman kepada masyarakat dengan bunga rendah,pelayanan cepat, sederhana, murah berdasarkan hukum gadai;
Memberikan kredit kepada pegawai/karyawan yang berpenghasilan tetap dan pengembaliannya dilakukan dengan cara memotong gajih/upah secara bulanan.

 

Jenis barang pegadaian

  • Barang perhiasan
  • Barang elektronik
  • Kendaraan
  • Barang rumah tangga
  • Mesin
  • Tekstil
  • dll

 

Sumber pendanaan

  • Penyertaan modal pemerintah.
  • Usaha pemupukan modal intern.
  • Sumber dana lain.

 

Ciri – ciri usaha Gadai

  • Terdapat barang-barang berharga yang digadaikan;
  • Memiliki nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang digadaikan;
  • Barang yang digadaikan dapat ditebus kembali

 

Kelebihan usaha pegadaian

  • Waktu relatif singkat untuk memperolah uang;
  • Memiliki persyaratan yang sederhana;
  • Pihak ketiga tidak mempermasalahkan uang tersebut akan digunakan untuk keperluan apa.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/